Senin, 09 April 2012

Makalah Evaluasi Pendidikan


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Penilaian Unjuk Kerja
1.   Pengertian
Penilaian unjuk kerja merupakan teknik penilaian berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaiannya kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu misalnya, penyajian lisan : keterampilan berbicara, berpidato, berdiskusi : pemecahan masalah dalam diskusi dan praktek shalat. Cara penilaian ini dipercaya lebih otentik dan mencerminkan kemampuan peserta didik yang sesungguhnya dibandingkan dengan tes tertulis.hasil penilaian ditaksir ke dalam suatu skor yang mengacu pada penilaian kinerja dengan menggunakan ceklis atau skala likert misalnya, sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat tes unjuk kerja (performance assessment) adalah :
a.       Identifikasi semua langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
b.      Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
c.       Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
d.      Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
e.       Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati.
2.   Teknik Penilaian Unjuk Kerja
Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut :
a.    Daftar Cek (ceck-list)
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak). Dengan menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila kriteria  penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai. Kelemahan cara ini adalah penilaian hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, baik-tidak baik. Dengan demikian, tidak dapat nilai tengah, namun lebih praktis.



Contoh checklist: pengamatan Shalat Janazah

No
Aspek yang dinilai
Baik
Tidak baik
1
Menerangkan gerakan takbiratul ihram


2
Melafalkan bacaan setelah takbiratul ihram (takbir ke - 1)


3
Melafalkan bacaan setelah takbir ke – 2


4
Melafalkan bacaan setelah takbir ke - 3


5
Melafalkan bacaan setelah takbir ke – 4


6
Memeragakan gerakan dan ucapan salam


Jumlah


b.   Skala Penilaian (rating scale)
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum dimana pilahan kategori nilai lebih dari dua. Misalnya : 1 = sangat tidak tepat, 2 = kurang tepat, 3 = agak tepat, 4 = tepat, 5 = sangat tepat. Dan perlu dilakukan penilaian lebih dari satu orang penilai agar  hasil penilaian lebih akurat dan objektif.

Contoh skala penilaian : Pengamatan Shalat Jenazah

No
Aspek yang dinilai
Skor Penilaian
1
2
3
4
5
1
Menerangkan gerakan takbiratul ihram





2
Melafalkan bacaan setelah takbiratul ihram (takbir ke - 1)





3
Melafalkan bacaan setelah takbir ke – 2





4
Melafalkan bacaan setelah takbir ke – 4





5
Melafalkan bacaan setelah takbir ke – 4





6
Memeragakan gerakan dan ucapan salam





Jumlah






Keuntungan dalam tes skala penilaian antara lain :
1.      Tepat untuk mengukur psikomotor,
2.      Tepat mengetahui sikap yang merefleksi dalam tingkah laku sehari-hari,
3.      Pendidik secara langsung dapat mengamati dengan jelas.
Adapun kelemahannya antara lain :
1.      Apabila perintah tidak jelas, maka tindakan yang muncul tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,
2.      Seringkali pendidik terpengaruh oleh gerakan yang tidak menjadi indikator utama dalam penilaian,
3.      Membutuhkan waktu lama, dan
4.      Sering kali terjadi gangguan dalam pengamatan menyebabkan penilaian tidak objektif.
B.     Penilaian Sikap
1.   Pengertian
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki seseorang. Sikap dapat dibentuk sehingga terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan.
Penilaian sikap merupakan teknik penilaian ranah afektif yang didalamnya mencakup penilaian minat, konsep diri, nilai, motivasi, dan sejenisnya. Instrumen sikap bertujuan untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap suatu objek, misalnya sikap terhadap guru, pelajaran, atau terhadap suatu kegiatan.
Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut :
a.    Sikap terhadap mata pelajaran,
b.   Sikap terhadap guru/pengajar,
c.    Sikap terhadap proses pembelajaran,
d.   Sikap berkaitan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran,
e.    Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.
2.   Teknik Penilaian Sikap
Teknik-teknik penilaian sikap secara ringkas dapat  diuraikan sebagai berikut :
a.    Observasi perilaku
Membedakan pengamatan secara langsung terhadap sikap yang diambil anak-anak dalam situasi tertentu yang kongkrit akan dapat memberi gambaran yang lebih tepat dari pada mendengarkan atau membaca jawaban anak-anak tentang apa yang dilakukannya oleh anak itu dalam situasi tersebut. Metode ini merupakan metode yang baik sekali untuk melengkapi hasi-hasil tertentu yang kita peroleh.










Contoh : lembar pengamatan sikap peserta didik :

No.
    Indikator Sikap



Nama
Peserta didik
keterbukaan
ketekunan
kerajinan
Tenggang rasa
keramahan
Kerja sama
Tanggung jawab
Jumlah skor

















































































Catatan : Beri skor pada tiap indikator sikap dengan angka 1 – 5 sesuai  dengan keadaannya.
               Kriteria penilaian sikap :
               Skor 1 = tidak pernah       7 – 14 = Rendah
               Skor 2 = pernah               15 – 27 = Cukup
               Skor 3 = jarang                28 – 35  = Baik
               Skor 4 = sering
               Skor 5 = selalu
b.    Pertanyaan Langsung atau Tertentu
Dengan interviu dapat diadakan hubungan yang bersifat pribadi lebih-lebih apabila interviu itu dilakukan dalam keadaan yang tidak formal. Dengan demikian, dapat diadakan hubungan yang lebih bebas sehingga kita dapat mengetahui mengapa anak-anak mempunyai sikap-sikap tertentu terhadap suatu masalah atau suatu hal. Disamping mengadakan interviu terhadap anak-anak, perlu pula mengadakan interviu dengan orang tua mereka. Sebab, orang tua mereka dapat memberikan bantuan yang cukup banyak untuk mengetahui sikap anak-anak.
c.    Laporan Pribadi
Melalui penggunaan teknik ini di sekolah, peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapanya tentang suatu masalah, keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap.
Teknik ini agak sukar digunakan dalam mengukur dan menilai sikap peserta didik secara klasikal. Guru memerlukan waktu lebih banyak untuk membaca  dan memahami sikap seluruh peserta didik.

Lembar Pengamatan
Kelompok mata pelajaran 1. Agama
2. Kewarganegaraan
3. Estetika
4. Jasmani
Perilaku/sikap yang diamati   :……………………………………..
Nama peserta didik               :……………………………………..
Kelas/semester                       :……………………………………..

No.
Deskripsi Perilaku Awal
Deskripsi Perubahan
Capaian
Pertemuan……Hari/tgl
ST
T
R
SR


















































Keterangan :
a.    Kolom capaian diisi dengan tanda centang (V) sesuai perkembangan perilaku
ST  = perubahan sangat tinggi
T    = perubahan tinggi
R   = rendah
SR = sangat rendah
b.   Informasi tentang diskripsi perilaku diperoleh :
1)   Pertanyaan langsung
2)   Laporan pribadi
3)   Buku catatan harian
C.    Penilaian Tertulis
Penilaian tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.
D.    Penilaian Proyek (Penugasan)
1.   Pengertian
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengelolaan, dan penyajian data.
Dalam menilai proyek setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
a.    Kemampuan pengelolaan
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan
b.   Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
c.    Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.
2.   Teknik Penilaian Proyek
Penilaian proyek dapat dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan desain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapan laporan tertulis. Penilaian dapat menggunakan daftar cek atau skala penilaian.
Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek adalah :
a.    Melakukan pengamatan tentang pengelolaan zakat di masjid di lingkungan tempat tinggal peserta didik.
b.   Melakukan penelitian sederhana tentang pelaksanaan pendidikan islam di sekolah peserta didik.
E.     Penilaian Produk (Hasil Kerja)
1.   Pengertian
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian hasil akhir dan proses. Penilaian hasil akhir seperti, kemampuan peserta didik dalam teknologi dan seni, sedangkan Penilaian proses seperti, menggunakan teknik menggambar.
Pengembangan produk meliputi tiga (3) tahap  dan setiap tahap perlu diadakaan penilaian yaitu :
a.    Tahap persiapan, meliputi : penilaian mendesain produk
b.   Tahap pembuatan produk (proses) meliputi : penilaian menggunakan bahan dan alat
c.    Tahap penilaian produk (appraisal) meliputi : penilian produk yang dihasilkan.
2.   Teknik Penilaian Produk
Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik
a.    Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
b.   Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.
F.     Penilaian Portofolio
1.   Pengertian
Portofolio adalah suatu kumpulan atau berkas bahan pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian kinerja yang objektif. Berkas tersebut berisi pekerjaan peserta didik, dokumen atau gambar yang menunjukkan apa yang dapat dilakukan seseorang dalam lingkungan dan suasana kerja yang alamiah, yang sesungguhnya, bukan dalam lingkungan dan suasana kerja yang dibuat-buat.
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam suatu periode tertentu. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya peserta didik secara individu pada suatu periode untuk suatu mata pelajaran.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah antara lain :
a.    Karya peserta didik adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri.
b.   Saling percaya antara guru dan peserta didik.
c.    Kerahasian bersama antara guru dan peserta didik.
d.   Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru.
e.    Kepuasan.
f.    Kesesuaian.
g.   Penilaian proses dan hasil.
h.   Penilaian dan pembelajaran.
2.   Teknik Penilaian Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut :
a.    Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan guru untuk penilaian, tetapi juga digunakan oleh peserta didik sendiri.
b.   Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang dibuat.
c.    Kumpulkan dan simpanlah karya-karya setiap peserta didik dalam suatu map atau folder di rumah atau loker masing-masing di sekolah.
d.   Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
e.    Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik.
f.    Minta peserta didik menilai karyanya secara kesinambungan.
g.   Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaikinya.
h.   Bila perlu buatlah jadwal pertemuan untuk membahas portofolio.

3.   Penentuan Isi Portofolio
Isi dalam portofolio harus dapat menggambarkan perkembangan kemampuan siswa yang sesuai dengan standar kompetensi seperti yang dirumuskan dalam kurikulum. Misalkan apabila tujuan penggunaan portofolio adalah kemampuan peserta didik dalam membuat sebuah karangan, maka isi portofolio adalah perkembangan kemampuan anak dan mulai mengembangkan ide atau gagasan, menentukan tema, menyusun kalimat, menyusun pragraf, dan seterusnya hingga penyusunan karangan secara utuh.
Dalam penilaian portofolio memiliki beberapa manfaat, diantaranya :
a.    Penilaian portofolio dapat memberikan gambaran yang utuh tentang perkembangan kemampuan peserta didik.
b.   Penilaian portofolio merupakan penilaian yang autentik (kemampuan yang nyata).
c.    Penilaian portofolio merupakan teknik penilaian yang dapat mendorong peserta didik pada pencapaian hasil yang lebih baik dan lebih sempurna.
d.   Penilaian portofolio dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik.
e.    Penilaian portofolio dapat mendorong para orang tua peserta didik untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran peserta didik.
G.    Penilaian Diri
1.   Pengertian
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain :
a.    Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.
b.   Peserta didik dapat menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya.
c.    Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur.
2.   Teknik Penilaian Diri
Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut :
a.    Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
b.   Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman pesnkoran, daftar cek, atau skala penilaian.
c.    Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
d.   Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
e.    Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.
Contoh Penilaian Diri :

PARTISIPASI DALAM DISKUSI KELOMPOK

Nama                                                   :........................................................
Nama-nama Anggota Kelompok        :........................................................
Kegiatan Kelompok                            :........................................................
Isilah pertanyaan berikut dengan jujur. Untuk no. 1 s.d 5 dengan memberi tanda centang (V) pada huruf A, B, C, dan D :

No.
Aspek yang dinilai
Skor penilaian
A
B
C
D
1
Selama diskusi saya mengusulkan ide kepada kelompok untuk didiskusikan




2
Ketika kami berdiskusi, tiap orang diberi kesempatan mengusulkan sesuatu




3
Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan




4
Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok saya




5
Selama kerja kelompok, saya..............





Ø  Mendengarkan orang lain





Ø  Mengajukan pertanyaan





Ø  Mengorganisasi ide-ide saya





Ø  Mengorganisasi kelompok





Ø  Mengacaukan kegiatan





Ø  melamun





Jumlah




6
Apa yang kamu lakukan selama kegiatan berlangsung ? ..................................................................................................................................................................................................................
7
Dan seterusnya ..............................................................................

Keterangan :
A : Selalu
B : Sering
C : Kadang-kadang
D : Tidak pernah








DAFTAR PUSTAKA

Nurkancana, Wayan. 1986. Evaluasi Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional.
Sahlan, Moh. 2007. Penilaian Berbasis Kelas, Teori dan Aplikasi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Kurikulum 2006). Jember : Center for Society Student.
Rohanah Hidayati, Titiek. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Jember : Center for Society Student.


















TEKNIK PENILAIAN BERBASIS
KELAS
MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Evaluasi Pembelajaran
Yang dibimbing Oleh Drs. Moh. Sahlan.













Oleh:
                 Khoiri Fadli                 : (084 081 168)




JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) JEMBER
April, 2010




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Gagasan tentang penilaian telah mengalami perubahan penting. Dalam pandangan yang baru, proses pembelajaran dan penilaian merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Penilaian memberikan informasi tentang pencapai dan penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik. Sementara itu, guru merancang dan melaksanakan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tekah ditetapkan. Dengan kata lain, melalui penilaian, guru akan memperoleh informasi tentang bagaimana seharusnya guru merancang/mendesain pembelajaran dan bagaimana seharusnya peserta didik belajar.
Dengan adanya perubahan kurikulum dari sebelumnya yang berorientasi pada isi pelajaran menjadi kurikulum yang berorientasi pada kompetensi, memilki konsekuensi pada berbagai aspek pembekajaran disekolah. Salah satunya adalah aspek penilaian. Ketika kurikulum terdahulu berlaku, penilaian hanya dititik beratkan pada penguasaan atau pencapaian pada satu aspek saja, yakni hanya pada aspek kognitif saja. Namaun, ketika kurikulum berorientasi pada kompetensi, penilaian tak hanya menitik beratkan pada aspek kognitif saja saja, namun juga pada aspek yang lain, yakni afektif dan psikomotorik.
Pada bab-bab selanjutnya dalam makalah ini akan dibahas mengenai teknik penilaian berbasis kelas yang merupakan teknik penilaian dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Dalam teknik penilaian kelas ini, ada beberapa cara penilaian yang dapat dilakukan oleh guru.  
B.     Rumusan Masalah
1.      Penilaian Unjuk Kerja
2.      Penilaian Sikap
3.      Penilaian Tertulis
4.      Penilaian Proyek (Penugasan)
5.      Penilaian Produk (Hasil Kerja)
6.      Penilaian Portofolio
7.      Penilaian Diri

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa penilaian unjuk kerja merupakan teknik penilaian berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas peserta didik dalam melakukan sesuatu. Adapun tekniknya antara lain daftar Cek (ceck-list) dan skala Penilaian (rating scale).
Penilaian sikap merupakan teknik penilaian ranah afektif yang didalamnya mencakup penilaian minat, konsep diri, nilai, motivasi, dan sejenisnya. Tekniknya antara lain: observasi perilaku dan pertanyaan langsung atau tertentu laporan pribadi.
Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan lain sebagainya.
      Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengelolaan, dan penyajian data seperti penyusunan desain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapan laporan tertulis. Penilaian dapat menggunakan daftar cek atau skala penilaian.
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Adapun teknik yang dapat dilakukan antara lain: cara analitik dan cara holistic.
      Portofolio adalah suatu kumpulan atau berkas bahan pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian kinerja yang objektif.
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar